Selasa, 14 Februari 2012

Jawa Terbelah atau Tenggelam ????


Oleh : Mbajeng BMG, SPd

Di sini saya bukan mau mendahului takdir, tapi sekedar mau mendongeng ilmiah dengan sedikit racikan bumbu agama yang dipadukan dengan ilmu kebumian dalam mengupas sebuah misteri yang cukup actual di kalangan pemerhati alam. Hehe.. Jika dicermati judul di atas, mungkin orang awam akan balik bertanya “apa mungkin Pulau Jawa bisa tenggelam”?. Orang akan menjawab skeptis, “ah ga mungkin”. Namun jika kita berpijak pada pendapat para ahli kebumian (geologi) tentu judul di atas bukan sekedar omong kosong atau pertanyaan fiksi yang hanya bisa dijawab dengan ungkapan fiktif. Karena alasan logis empiric yang mendukung adanya sebuah perkiraan mengenai hal di atas sudah cukup kuat, meskipun bukti-bukti empirik masih belum sepenuhnya kuat dan akurat, Ok, saya mencoba menggali beberapa sumber baik dari nash Qur’an maupun dari sumber lain yang relevan untuk menjawab persoalan pada judul di atas..

Allah SWT berfirman dalam  [QS Ar-Rald (13):4] yang artinya “Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon korma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebahagian tanam-tanaman itu atas sebahagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir”.

Ayat ini sangat jelas menginformasikan tentang adanya "plate tectonic", yakni adanya lempengan-lempegan samudra dan lempengan-lempengan benua yang berdampingan. Kebun-kebun dan pohon-pohon mempunyai arti adanya daerah-daerah atau tempat-tempat yang subur, dan ini terbukti di perbatasan pertemuan lempeng samudra dan lempeng benua terbentuk barisan pegunungan berapi yang karenanya tempat-tempat itu menjadi subur. Satu hal lagi, tidak akan lempengan-lempengan itu menghasilkan gunung yang tanahnya subur tanpa adanya pergerakan dan tumbukan di antara keduanya.
Dalam ayat yang lain, [QS An-Naml (27):88] “Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”
http://bp0.blogger.com/_c9r3gVQ4oec/SEv-Q9WE9qI/AAAAAAAAAo0/0jzg-6c6_B0/s320/Picture9.jpg
Ayat di atas memberikan kita petunjuk bahwa bahwa bumi yang kita tempati ternyata bergerak sebagaimana jalannya awan. Sementara Ilmu Kebumian & Sains memperkuatnya dengan dibukukannya teori Lempeng Tektonik yang menegaskan bahwa benua maupun gunung-gunung (berapi) memang bergerak, sejak semua benua masih menyatu (pangea) pada sekitar 250 juta tahun lalu hingga kini.

Terbentuknya Pulau Jawa
Sekitar 70 juta hingga 5 juta tahun yang lalu Indonesia terbentuk menjadi gugusan pulau yang ditumbuhi dengan gunung gunung berapi, termasuk di dalamnya adalah Pulau Jawa. Proses terbentuknya Pulau Jawa berlangsung dalam waktu yang sangat lama (evolusi) yakni sekitar 50 juta hingga 65 juta tahun). Secara struktural Jawa merupakan bagian dari busur pulau yang terletak pada tepian lempeng daratan yang bertemu dengan kerak lempeng lautan yang bergerak ke utara dibawahnya yang lebih dikenal dengan zona subduksi. Berikut sejarah terbentuknya Pulau Jawa berdasarkan perhitungan masa geologis :
1.      Awal masa cretaceous, Lempeng Indo-Australia bergerak ke utara dan Lempeng Pasific bergerak ke barat yang menabrak (subduksi) masuk ke bawah Lempeng Eurasia. Tumbukan Mikro Daratan Lolotoi dengan Dataran Sunda bagian tenggara menghasilkan komplek batuan melange dengan pola arah timur laut memotong Laut Jawa saat ini,( Daly et al 1991)
2.      Akhir masa cretaceous, terbentuk basin yang teregang secara lokal dan dipengaruhi suatu komponen wrench yang meluas secara lateral pada tumbukan tersebut.
3.      Masa paleo-eocene belakang busur terbentuk suatu rangkaian struktur halus yang berarah timur barat.
4.      Awal-pertengahan masa miocene, beberapa bagian zona ini mengalami pengangkatan menghasilkan suatu bentukan yang disebut dengan “Central High”.
5.      Masa Miocene akhir terjadi kompresi utara selatan yang disebabkan pengangkatan dan pembalikan di sepanjang patahan dari half graben sehingga membentuk struktur antiklin muda. Pengangkatan berlanjut hingga sekarang dengan terbentuknya rangkaian pulau yang memotong dari timur ke barat.
Jika melihat kenampakan morfologi, Pulau Jawa dahulunya adalah lautan, hal ini dibuktikan di pesisir selatan Pulau Jawa terdapat banyak gunung kapur dan batuan gamping (endapan marine/laut) yang membujur dari barat hingga ke timur Pulau Jawa. Perlu pembaca ketahui bahwa gunung/batuan gamping merupakan endapan laut (bekas koral) yang seringkali ditemukan fosil-fosil binatang laut. Kemudian sekitar tahun 20 juta tahun SM, zona tumbukan lempeng Australia dengan lempeng Asia terkunci dan menyebabkan menunjamnya lempeng Australia dibawah lempeng Asia. Penunjaman ini berlangsung hingga sekarang dan menyebabkan munculnya gunung-gunung api sebelah selatan Pulau Jawa yang kemudian diikuti oleh proses pengangkatan lempeng Asia dan keluarnya material-material dari gunung berapi, yang akhirnya terbentuklah Pulau Jawa seperti sekarang ini.
Terbelahnya Pulau Jawa
 
Jika pendapat ahli kebumian itu betul bahwa lempeng Australia ini terus menubruk Jawa dengan kecepatan rata-rata 7cm pertahun ini, maka dimungkinkan Pulau Jawa terbelah. Namun demikian Pulau Jawa bisa terbelah  mungkin akan terjadi  4-5 Juta tahun yang akan datang. Di sisi lain, perkiraan Jawa akan terbelah bisa dipatahkan oleh gambaran pada peta seismic di bawah ini
Warna merah adalah gempa dangkal dengan kedalaman 0-69 Km, warna hijau = gempa dalam dengan kedalaman pusat gempa antara 70-300 Km. Sedangkan bulat warna biru menunjukkan titik pusat gempa dengan kedalaman 300-700 Km. Selama ini direkam gempa-gempa yang terjadi di Pulau Jawa adalah getaran-getaran akibat pergerakan lempeng, dimana penunjaman lempeng ini diperkirakan tidak lebih dari 700 Km. Jika diperhatikan, gempa-gempa di Pulau Jawa berada pada warna hijau dan tidak terlalu sering terjadi (jika dibandingkan dengan Maluku, Sulut dan Pilipina). Jika gempa-gempa yang terjadi di Pulau Jawa bersifat dalam maka dimungkinkan Jawa akan sulit terbelah, meskipun kekuatan gempa mencapai di atas 5 SR. Jadi, indicator-indikator yang mengarah pada terjadinya pembelahan Pulau Jawa belum bisa diterima sebagai sebuah fakta yang akan terjadi.


Pulau Jawa Tenggelam??
Jika Pulau Jawa sulit terbelah, mungkinkah Pulau Jawa bisa tenggelam. Untuk menjawabannya mari kita lihat dahulu  peta geologi di bawah ini :
http://bp0.blogger.com/_c9r3gVQ4oec/SEv1JjmhbTI/AAAAAAAAAos/O0Rv0tHr_Ac/s320/Picture13.jpg
Kedalaman akar (root) lempeng benua dapat dihitung dengan menggunakan rumus yang diturunkan dari hukum Pascal & hukum Archimedes sbb:
Kedalaman Lempeng Benua = (ρ1 X h)/( ρ2 - ρ1)
ρ1 = Densitas Lempeng Benua =2.8 gram/ccρ2 = Densitas Lempeng Samudra = 3.3 gram/cc
h = Ketinggian puncak benua dari permukaan laut (meter atau km).
Jika ketinggian lempeng Eurasia sekitar  2 km di atas permukaan laut, maka benua itu ”tertanam” / ”terpasak” ke dalam lempeng samudra sedalam : (2.8 gram/cc X 2 km)/(3.3 – 2.8) gram/cc = 11.2 km

Dari peta di atas dapat dijelaskan bahwa terdapat pertemuan antara lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia yang menghasilkan jalur penunjaman di selatan Pulau Jawa dan jalur gunung api Sumatera, Jawa dan Nusatenggara dan berbagai cekungan seperti Cekungan Sumatera Utara, Sumatera Tengah, Sumatera Selatan dan Cekungan Jawa Utara.
Pergerakan lempeng Indo Australia yang menunjam lempeng Eurasia memiliki kecepatan yang bervariasi (tergantung lokasinya)  yakni 1 sampai dengan 10 cm/tahun. Jika hal ini berlangsung hingga 50 -70 juta tahun yang akan datang besar kemungkinan akan ada perubahan pada fisik Pulau Jawa. Lalu bisakah perubahan itu menimbulkan tenggelamnya Jawa??...
Allah SWT berfirman dalam surat Al-Anbiya 21:31 yang artinya
“Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka dan telah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk”
Di ayat lain Allah SWT juga berfirman
“Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh,” [QS An-Naazi’at (79):32]
“Dan gunung-gunung sebagai pasak ?, [QS An-Nabaa’ (78):7]
Ke 3 ayat di atas member kita gambaran bahwa gunung-gunung diciptakan adalah sebagai paku/pasak sehingga lempeng-lempeng yang saling bertumbukan, baik konvergen, divergen maupun transform tidak berakibat pada terjadinya kegoncangan atau perubahan yang berbuntut pada terjadinya penenggelaman benua..
Jika dicermati secara fisik, dari barat hingga ke timur Pulau Jawa terdapat deretan gunung api yg tersebar cukup banyak. Ini menjadi bukti, bahwa Pulau Jawa tidak akan tenggelam, karena banyaknya aktivitas gunung berapi. Terkecuali jika bumi ini ditutup oleh Sang Pencipta. Di lain pihak, ilmu kebumian menegaskan bahwa tumbukan lempeng hanya berdampak pada terjadinya aktivitas magmatic, seperti terjadinya gempa, aktivitas vulkanis,  tsunami dan terjadinya berbagai cekungan/basin jadi tidak berdampak pada penenggelaman sebuah Pulau besar seperti Jawa. .
Dari paparan di atas, maka hemat penulis, Pulau Jawa tidak akan tenggelam, terkecuali jika dunia ini berakhir. Semoga kupasan saya tentang misteri terbelah & tenggelamnya Pulau Jawa bisa menjadi pengetahuan buat para pembaca. Dan yang lebih penting lagi, masukan dan kritik yang membangun, sangat saya harapkan….

Jumat, 03 Februari 2012

Misteri Kiamat 2012, Planet Nibiru dan Kaitannya dengan Qur'an

Setelah ditemukannya Planet Neptunus, seorang ahli matematika Perancis bernama Le Verrie, pada tgl 30 September 1946, mengumumkan kemungkinan masih adanya planet lain di tata surya BIMASAKTI. Hal ini didasarkan oleh teori mekanika Newton untuk mengukur gangguan orbital Neptunus dan menyimpulkan bahwa gangguan ini pastilah disebabkan oleh gaya gravitasi planet lain.
Tanggal 10 Oktober 1846, Triton (bulannya Neptunus) ditemukan. Dengan penemuan Triton, maka para astronom dapat menghitung kembali massa planet Neptunus. Namun diluar perkiraan mereka, mereka menemukan massa Neptunus lebih besar 2% dari yang diperkirakan. Perhitungan ini sudah memasukkan pengaruh gravitasi Uranus. Bahkan ketika pluto ditemukan pada tahun 1930, para ilmuwan menyimpulkan bahwa pluto tidak cukup besar untuk mempengaruhi massa Neptunus. Jadi astronom kembali berusaha mencari planet lain yang dianggap bertanggung jawab atas gangguan massa Neptunus.Planet lain inilah yang kemudian mendapat penyebutan sebagai Planet X. Misteri anomali massa Neptunus terus bertahan hingga tahun 1980.
Tahun 1966, Michael D. Coe, seorang peneliti dan penulis mulai mempopulerkan konsep kiamat 21 Desember 2012 yang didasarkan pada perhitungan kalender suku Maya. Konsep Michael D Coe terus dikutip oleh banyak penulis hingga tahun 1990an.

Tahun 1976.Sebuah buku kontroversi berjudul "The twelfth Planet" diluncurkan oleh Zecharia Sitchin. Dalam bukunya, Sitchin menginterpretasikan kembali tulisan Sumeria kuno yang telah berumur 6.000 tahun dengan mengganti nama dewa-dewa Sumeria dengan nama-nama planet hipotetis. Menurut Sitchin, pada masa sebelum ada planet bumi, ada sebuah planet yang bernama Tiamat yang terletak di antara Mars dan Jupiter. Suatu hari orbit Tiamat dimasuki planet raksasa lainnya yang besarnya sekitar 20 kali Jupiter. Planet ini bernama Nibiru. Nibiru sendiri berarti "tempat persimpangan" atau "tempat terjadinya transisi".Perjumpaan ini menyebabkan Tiamat bertabrakan dengan salah satu bulan Nibiru. Pecahan dari tabrakan ini menyebabkan terbentuknya planet Bumi.
Menurut Sitchin, Nibiru adalah tempat berdiamnya satu ras alien yang bernama Annunaki yang memiliki periode orbit 3.630 tahun mengelilingi matahari. Annunaki yang selamat dari tabrakan itu kemudian datang ke bumi. Lalu ceritanya berkembang. Annunaki konon katanya memodifikasi genetika primata di bumi dengan cara mencampurnya dengan gen mereka sendiri untuk menciptakan homo sapiens (manusia) sebagai budak mereka.
Ketika Annunaki meninggalkan bumi, mereka membiarkan manusia (yang merupakan primata hasil modifikasi genetika) memerintah bumi hingga mereka datang kembali ke bumi.


Para pengikut Sitchin kemudian mengambil konsep dan istilah planet X untuk menggambarkan planet Nibiru. Bagi mereka Planet X yang sedang dicari-cari sesungguhnya adalah Nibiru. Para pengikut Sitchin kemudian juga menghubungkan kedatangan kembali Nibiru dengan perhitungan kiamat kalender suku Maya. Mereka kemudian menyimpulkan bahwa Planet Nibiru akan masuk ke orbit bumi pada tanggal 21 Desember 2012.
Ingat bahwa gravitasi planet akan mempengaruhi planet lain yang didekatnya. Nibiru yang disebut memiliki besar 20 kali Jupiter dipastikan akan membawa kehancuran bagi planet bumi.

Sekitar tahun 1980, NASA mengumumkan bahwa anomali massa Neptunus ternyata adalah sebuah kesalahan pada data observasi. Setelah data tersebut diperbaiki, maka tidak lagi ditemukan kesalahan orbital. Misteri yang bertahan sejak 1840an akhirnya terpecahkan.
Pada Tahun 1993, Headline media-media menulis bahwa dua astonom bernama Neugebauer dan Houck menemukan sebuah planet yang seukuran Jupiter melanglang buana di antariksa sekitar 2 miliar kilometer dari matahari. Pernyataan ke 2 astronom itu, membuat banyak orang bertanya-tanya apakah ini sebuah tanda adanya Planet Nibiru
Namun ternyata media salah ! Neugebauer dan Houck hanya mengatakan bahwa mereka menemukan ketidakberaturan dalam spektrum infrared. Ini bisa berarti apa saja, mulai dari sebuah planet hingga sebuah galaksi.
Tidak berapa lama, kedua astronom tersebut mengkonfirmasi bahwa temuan mereka menunjukkan adanya sebuah galaksi (Ultra luminous infrared galaxies - ULIRGs), bukan planet. ULIRGs adalah tempat dimana bintang-bintang lahir.

Tahun 1994, seorang astrolog bernama John Major Jenkins menerbitkan sebuah buku yang berjudul "Tzolkin : Visionary Perspectives and Calender Studies" dimana dalam bukunya ia menafsirkan arti periode-periode kalender Maya. Bukan sesuatu yang baru, namun Jenkins kembali mempopulerkan konsep kalender maya yang telah dipopulerkan sebelumnya oleh Michael D Coe. Jenkins dianggap sebagai orang yang paling bertanggung jawab dalam penyebaran kembali konsep kiamat 2012. Dari pernyataannya, Kiamat 2012 kembali mendapat perhatian dunia, didorong oleh publikasi buku Jenkins.

Tahun 1995, seorang paranormal bernama Nancy Lieder mengklaim bahwa ia diperingatkan oleh suatu ras alien yang tinggal di sebuah planet yang terletak di sistem planet Zeta Reticuli bahwa Nibiru akan menghancurkan bumi pada Mei 2003. Namun amalan Nancy Lieder meleset karena Mei 2003, dunia tidak kiamat. Nancy Lieder mengkoreksi ramalannya menjadi tahun 2012. Aneh ????...hehe
Pada akhirnya pada tanggal 21 Oktober 2003, Nasa mengumumkan  ditemukannya sebuah planet baru kesepuluh yang diberi nama Eris. Orang-orang segera mengasosiasikannya dengan Nibiru. Eris masuk kedalam kategori planet mini bersama Pluto. Karakteriktik Planet Eris sangat jauh dari Nibiru. Periode orbit Eris hanya 556,7 tahun.
Konsep kiamat 2012 kembali dihembuskan  (entah sebatas sensasi, wacana atau penglaris media) sebagai topik utama diberbagai media bahkan sampai difilmkan segala....Namun kali ini, Nibiru bukan dianggap sebagai penyebab kiamat, melainkan badai matahari (solar maximum). Nibiru hanya menjadi wacana sampingan, tertutup oleh popularitas badai matahari.

Kesimpulan
Dari paparan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa, 
  1. Konsep Nibiru, menggambarkan bahwa akan adanya planet besar (nibiru) yang akan mendekati bumi
  2. Wacana akan adanya Kiamat pada tanggal 21  Desember tahun 2012 
  3. Konsep nibiru dan kiamat 2012 adalah sebuah penafsiran atas catatan-catatan kuno oleh seorang peneliti. Konsep ini bukan sebagai kebohongan semata, tetapi sekedar wacana dan keyakinan para ahli, meskipun kemudian terbahtahkan.
Sebagai akhir dari postingan ini, maka bisa ditarik benang merah bahwa konsep/teori di atas hanyalah sebuah wacana, bukan sebagai fakta yang akan terjadi. So, sangatlah naif, jika kita meyakini akan datangnya Nibiru ataupun Kiamat 2012, karena pengetahuan tentang Kiamat hanya Allah SWT yang Tahu...
 
 Allah SWT berfirman,


يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّي لا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلا هُوَ ثَقُلَتْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ لا تَأْتِيكُمْ إِلا بَغْتَةً يَسْأَلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَا قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يَعْلَمُونَ

Artinya:
Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: "Bilakah terjadinya?" Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. kiamat itu Amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba". mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak Mengetahui".
(QS. Al-A'raf: 187).
 

Kamis, 02 Februari 2012

Tahun 2012 Indonesia Terkena Badai Matahari???


NASA melaporkan akan adanya badai matahari pada 2012. Badai besar dan tsunami besar juga akan menyapu lautan Convenyor Belt di mana RI juga jadi bagiannya.

Dalam 6 tahun terakhir masyarakat dunia telah menyaksikan berbagai bencana besar. Di mulai dengan tsunami akhir Desember 2004, badai Katrina, gempa di atas 7 skala Richter di Haiti, Chile, China dan terakhir letusan gunung yang sudah lama tidur di pulau tenang Islandia.

Bencana seperti ini dianggap sebagai sesuatu yang wajar. Sensitivitas kita melihat hal-hal besar seperti ini menipis dan akhirnya kita lengah.

Jika bersikap seperti ini, maka sama artinya dengan tidak bertanggung jawab terhadap apa yang akan menimpa diri kita dan saudara kita lainnya di dunia.

Apa yang akan terjadi di 2012 dan akibatnya pada siklus kehidupan?

Solar Maksimum

Solar maksimum adalah periode aktivitas matahari terbesar dalam siklus matahari. Selama solar maksimum, sunspot atau bintik matahari muncul.

Berlawanan dengan solar minimun, solar maksimum adalah saat di mana medan magnetik matahari paling terdistorsi karena medan magnet di ekuator matahari berputar sedikit lebih cepat daripada di kutub matahari. Siklus matahari terjadi rata-rata sekitar 11 tahun dengan variasi antara 9 dan 14 tahun.

Kini peneliti di NASA telah secara resmi mengumumkan badai matahari akan terjadi. Pemberitaan resmi NASA tentang solar maksima yang diperkirakan akan terjadi pada tahun 2012 diumumkan di web resminya. Di situs itu, NASA mengatakan pada 2012 polar matahari memiliki titik didih yang sangat tinggi, artinya bumi akan menerima panas 3-5 kali lebih besar dari sekarang.

Selain itu, NASA memberitakan akan adanya badai besar dan tsunami besar di tahun 2012, di wilayah lautan sekitar Convenyor Belt di mana Indonesia adalah bagian dari Convenyor Belt tersebut.

NASA mengklaim jika hal ini terjadi, 2/3 populasi di bumi akan lenyap. Namun kedua informasi ini kemudian dihapus oleh NASA. Mereka belakangan sadar jika hal ini disebarkan dari sekarang secara resmi, maka kekacauan dunia akan terjadi, penjarahan di mana-mana dan global panic. Itu sebabnya mengapa NASA kemudian menghapus informasi itu dari websitenya.

Namun penghapusan informasi itu tidak menghentikan para scientist mengumumkan hasil penelitiannya yang menganggap bahwa masyarakat dunia mempunyai hak untuk mengetahui apa yang akan terjadi agar dapat mempersiapkan diriya dengan baik.

Astrofisikawan terkenal Michio Kaku melalui Fox News Channel TV membenarkan bahwa solar maksima akan terjadi pada tahun 2012 dan akan menimbulkan kekacauan global. Penjelasan Michio Kaku masih dapat dilihat di sini

namun setelah mendapat ”peringatan”, ia kemudian memberikan penjelasan yang bertolak belakang.

Prediksi ini juga datang dari sumber lain, tim peneliti yang dipimpin oleh Mausumi Dikpati dari National Center for Atmospheric Research (NCAR). Ia mengatakan bahwa siklus sunspot akan 30% - 50% lebih besar dari yang sebelumnya. Ia memperkirakan hal itu akan terjadi pada tahun 2012. David Hathaway dari National Space Science & Technology Center (NSSTC) bahkan memprediksi solar maksima ini akan terjadi antara tahun 2010- 2011.

Sekelompok ilmuwan yang dipimpin oleh DR Alfred Webre kemudian membuat penelitian tersendiri yang disebut Project Camelot. Secara sangat ilmiah ia menyampaikan betapa seriusnya masalah yang akan dihadapi warga dunia, jika solar maksima terjadi tidak lama lagi.

Dalam presentasinya di Los Angeles 19 September 2009, secara rinci ia menjelaskan tentang dampak dari solar maksima yang dapat diikuti di

Pendapatnya didukung oleh banyak scientist lain seperti DR Dawid Wilcock, Andrew Basiago, Bob Dean dan Brian O’Leary. Tokoh-tokoh ini dianggap sebagai whistleblower tentang apa yang selama ini dirahasiakan atau ditutupi oleh NASA.

Penulis: Richard Claproth adalah lulusan geologi ITB dan pakar ilmu bumi bergelar Ph.D dari University of Wollongong Australia. Pria yang meyakini sains dan spiritualitas benar-benar bisa selaras ini, juga penerima beasiswa dari UNESCO di International Institute for Research in Geothermal Science Pisa Italia.

Sejarah Umua Para Penemu Dunia

Untuk Membukanya, cukup di klik az salah satu daftar sejarah di bawah ini...

1. Sejarah Kereta Api
2. Sejarah Mobil
3. Sejarah Pesawat Terbang
4. Sejarah Komputer
5. Sejarah Internet
6. Sejarah Pramuka
7. Sejarah Islam
8. Sejarah Kristen Katolik
9. Sejarah Kekristenan
10.Sejarah Hindu
11.Sejarah Budha
12.Sejarah Kong Hu Chu
13.Sejarah Taoisme
14.Sejarah Tembok Besar China
15.Sejarah Motor

Selasa, 24 Januari 2012

PACARAN DALAM KONTEKS SOSIOLOGI ANTROPOLOGI

Dahulu, istilah pacaran sangatlah asing dan tak dikenal oleh para remaja seperti sekarang ini, namun di zaman modern ini pacaran sudah merebak bak jamur di musim penghujan baik itu dalam lingkup kota maupun desa seakan sudah mengarah pada vested of interest (mengakar) ke masyarakat. Para remaja ini seolah membuat suatu tradisi kebudayaan baru yang dalam hal ini mengusung pacaran sebagai suatu budaya pada masanya. Sebenarnya mungkin itu adalah sautu kewajaran yang biasa dalam pergaulan remaja kini bahkan pacaran ini sekarang dianggap sebagai suatu kewajiban dalam prosesi pergaulan mereka. Padahal ketika dahulu prosesi pacaran ini tidaklah ada bahkan khususnya di Indonesia, pacaran itu dianggap sebagai suatu hal yang dianggap tabu dan bahkan sangat dilarang karena tidak sejalan dengan nilai dan norma khususnya dalam pandangan agama yang pada saat itu sifatnya sangat mengikat kuat terhadap masyarakat.
  
Yang menjadi pertanyaan adalah "mengapa pacaran sekarang seakan menjadi tradisi yang sudah tak mungkin lepas dari kehidupan remaja? Sebelum membahas hal tersebut, kebudayaan sebagaimana yang telah kita ketahui dari para pakar antropolog adalah hasil dari cipta, karsa, dan rasa manusia atau dalam pengertian lain, yakni berupa keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik dari manusia dengan belajar. sedangkan pacaran menurut para remaja sendiri adalah suatu ikatan perasaan cinta dan kasih antara dua individu yakni lelaki dan perempuan untuk menjalin suatu hubungan yang lebih dekat yang pada esensinya untuk saling mengena lebi jauh untuk menuju proses upacara sacral (menikah) atau untuk mencari pasangan hidup yang dianggap cocok. Maka dari pendefinisian itulah pacaran dinggap sebagi salah satu budaya masyarakat khususnya remaja karena merupakan hasil ide, gagasan, dan aktivitas tingkah laku keseharian mereka. Sehingga pada efeknya sekarang banyak para remaja menganggap bahwa pacaran merupakan suatu hal yang wajib sebagai jalan mendapat jodoh. Pada awalnya pacaran ini merupakan seperti yang telah dikemukakan diatas sebagai prosesi mengenal satu sama lain dengan cara mengikat dan menyatakan hubungan mereka kedalam bentuk yang bisa dikatakan formal agar dapat mengenal secara intim.

Namun pada perkembangannya pacaran berkembang menjadi mode/trend bahkan sebuah "KEHARUSAN". seperti ungkapan skeptis bila seorang belum pernah pacaran bisa dikatakan ketinggalan zaman. Hal seperti itulah kiranya yang membuat remaja membangun persepsi wajibnya pacaran bagi kalangan mereka. Kegiatan pacaran ini sebenarnya implikasi dari rasa kebutuhan seseorang atau lebih karena kekurangan mereka dalam mendapat perhatian dan pengertian sebagai makhluk sosial, sehingga timbulah suatu kekuatan atau dorongan alasan yang menyebabkan orang tersebut bertindak untuk memenuhi kebutuhannya, dalam hal ini pacaran Adapun pada dasarnya sekarang motif sosiogenetis yang asalnya hanya menekankan pada individu untuk ingin dimengerti orang banyak menjadi ingin diakuinya individu pada daerah tersebut.

Terkait masalah lingkungan sosial yang terjadi, ternyata pacaran sendiri sebenarnya sudah diperkenalkan kepada para remaja antara lain karena pengaruh keluarga khususnya keluarga perkotaan. Dimana sebagian orang tua menganggap jika ingin mendapatkan pasangan hidup yang cocok baiknya harus saling mengenal secara lebih intim lebih dahulu untuk mengetahui sifat-sifatnya seperti apa, apakah akan sejalan dan cocok ataukah tidak dengan menggunakan pacaran sebagai jembatan prosesi tersebut. Akibatnya sekarang dengan adanya dorongan itupun pacaran akhirnya berkembang dari suatu budaya menjadi sebuah tradisi. Budaya pacaran ini pada masyarakat Indonesia dulu tidak terlalu berkembang melesat seperti sekarang. Salah satu hal yang menjadikan budaya pacaran ini menjadi tradisi adalah pada khalayak remaja adalah tak lain karena pengaruh media teknologi abad sekarang yang selama ini serta merta menyoroti kegiatan-kegiatan remaja yang di dalamnya lebih banyak terfokus kepada pacaran tersebut. Sehingga pada efeknya melalui media para remaja menganggap pacaran sebagai tren atau mode berbudaya pada abad ini. Awalnya pacaran tidak semudah itu merangsek masuk kedalam culture masyarakat Indonesia karena dianggap tidak sesuai dengan nilai dan norma masyarakat khususnya umat beragama Islam. Akan tetapi pacaran yang sebelumnya orang menganggap sebagai sosiopatik atau sakit secara sosial karena menyimpang terhadap norma, sekarang perlahan melumer dan berakulturasi dengan budaya lingkungan sekitar yang karena pengaruhnya ini dibantu oleh media sebagai produk kemajuan teknologi, mekanisasi, industrialisasi dan urbanisasi pada masyarakat modern yang dimana amalgamasi (sambungan, campuran, keluluhan) yang kompleks terjadi dan menghasilkan pacaran sebagai sebuah tradisi kebudayaan pada para remaja khususnya pada perkotaan.

Ada anggapan bahwa pacaran juga merupakan tingkah laku yang dahulu dianggap menyimpang terhadap norma, yang kemudian sejatinya sekarang menjadi meluas pada masyarakat sehingga berlangsunglah deviasi situasional yang kumulatif. Akan tetapi sebenarnya pacaran tidaklah terlalu menyimpang terlalu jauh selama para remaja masih bisa memegang teguh terhadap nilai budaya masyarakat yang ada.

Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa pacaran pada buktinya menyatakan adanya inter-dependensi (saling ketergantungan) atau ada ketergantungan-organik diantara disorganisasi social dan pribadi sehingga mempengaruhi kebudayaan sebelumnya pada kebudayaan sekarang dengan mengaitkan pacaran sebagai budaya dan tradisi kontemporer. Pacaran ini pun pada esensinya sangat dipengaruhi oleh media sebagai hasil teknologi yang menyebabkan proses asimilasi menjadi begitu mudah karena lingkup asimilasi kini menjangkau pada ideologi dan budaya setiap individu dengan kemungkinan waktu bersamaan secara kumlatif atau menyeluruh, sehingga terjadilah anggapan ataupun pandangan masyarakat khususnya remaja mengenai pacaran sebagai prosesi kehidupan yang harus dicoba dan dilalui